Monday, August 18, 2014

Sulawesi Trip Lebaran 2014

Lebaran tahun 2014 ini kami sekeluarga pulang kampung ke tanah kelahiran suami di Sulawesi Selatan. Kami berangkat dari Jakarta hari Sabtu tanggal 26 Juli 2014 dengan penerbangan terakhir dan sampai di Makassar jam 23.45 WITA.

Dari Bandara Hasannudin Makassar, kami langsung cap cus menuju Pare-Pare. Di Pare Pare ada rumah orang tua suami dan disana tinggal pula sanak keluarga. Kami tiba di Parepare kurang lebih jam setengah 4 pagi, langsung ditawari makan sahur. Karena sebelum berangkat saya sudah makan ayam 2 potong plus makanan di pesawat, akhirnya sahurnya pun cuma minum air putih dan langsung tidur.
Pare-Pare merupakan sebuah kota di pinggir pantai dengan kontur perbukitan. Pare-Pare juga merupakan kota pelabuhan. Jadi sangat menyenangkan berada di sini. Kalau ingin ke pantai tinggal jalan kaki, kalau ingin ke bukit juga dekat. 

Saturday, November 16, 2013

Liburan Anak, Jalan-Jalan ke Taman Marga Satwa (Kebun Binatang) Ragunan Jakarta Selatan

Pasti pernah dengar yang namanya Kebun Binatang Ragunan. Taman yang seluas 147 hektar ini merupakan Kebun Binatang pertama di Indonesia, yang didirikan pada Tahun 1864. Disini terdapat lebih dari 2.000 ekor satwa dan ditumbuhi lebih dari 50.000. Udah kebayang pasti tempatnya adem dan sejuk karena banyak pepohonan.


Awalnya sih ragu mau kesini, khawatir dengan harga tiket yang murah, yaitu tiket masuk Ragunan Rp.4.000, khawatir kalau di dalam kotor dan fasilitasnya kurang bagus. Tapi ternyata engga lho.

Karena belum pernah ngajak keluarga kesini, tanggal 2 November 2013 kami sekeluarga berangkat ke Kebun Binatang Ragunan rame-rame deh. Kami pikir kalau hari Sabtu pasti penuh, ternyata engga , mungin karena libur panjang 4 hari, orang udah pada keluar kota mungkin yaa..

Saturday, January 16, 2010

Bubur Saring Ayam

Untuk bayi setelah umur 6 bulan
untuk 7 porsia
Bahan:

* 80 g beras
* 2,5 l air
* 200 g dada ayam, dipotong-potong kecil
* 100 g tomat tanpa biji, potong kecil-kecil
* 100 g wortel yang telah dikupas, potong kecil-kecil
* 50 g keju parut

Cara Membuat:

1. beras dan ayam direbus dengan air, air bisa ditambahkan sedikit demi sedikit, tidak sekaligus.
2. Setelah beras dan ayam menjadi bubur (lunak), masukkan tomat dan wortel. (kira-kira setelah dimasukkan 2 L air)
3. Setelah didapat kekentalan yang diinginkan, matikan kompor, masukkan keju parut, aduk.
4. Saring, ampasnya diblender, kemudian dicampurkan ke hasil saringan tadi.
5. Jika kurang kental, bubur bisa dipekatkan lagi dengan cara pemanasan.
6. Kemudian masukkan bubur ke dalam cetakan es, bekukan dalam freezer.
7. Setelah beku, lepaskan dari cetakan, masukkan ke dalam plastik.
8. Ketika akan dihidangkan, cukup dipanaskan dalam microwave.


This entry was posted in

Thursday, December 3, 2009

Elevator Rusak

Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Salah satu caranya, tunjukkan ucapan orang besar sebagai omong kosong. Kalau tak bisa melakukannya sendiri, gunakan pendapat orang besar yang lain untuk menihilkan pendapat orang besar pertama tadi. Dengan cara itu, Anda mendapatkan keduanya.
Gara-gara menunggangi gajah, singa pun tak akan mengusik Anda. Itulah dahsyatnya mbonceng orang besar. Tiba-tiba saja, Anda jadi ikut diperhitungkan sebagai besar. Lebih dahsyat lagi bila Anda bisa menunjukkan orang besar itu tidak terlalu besar-besar amat, dengan menyanggah ucapan atau pandangannya, misalnya. Mungkin karena itu, ada kenikmatan tertentu ketika kita melakukan pembangkangan terhadap orang besar. Apalagi kalau pembangkangan itu “rasional”, “nothing personal”, dan punya dasar kebenaran yang amat kuat.

Wednesday, December 2, 2009

Hasrat, Komitmen dan Keberanian

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.
Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.

“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.
Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.

Friday, November 6, 2009

Wednesday, June 17, 2009